Jumat, 03 Juni 2011

Kekagumanku



Kalau tidak salah ingat, dulu pernah ada lagu ngetop yang dibawakan oleh Chandra Darusman: "Kekagumanku". Nah ketika saya lihat Longines Conquest ini, saya teringat lagu itu. Longines Conquest adalah icon unggulan Longines pada tahun 1950an untuk meramaikan persaingan dengan Omega Constellation dan, tentu saja, Rolex. Salah satu ciri produk pada masa itu adalah ramai-ramai memasang logo (emblem) yang terbuat dari emas yang dipasangkan di luar tutup belakang. Banyak merk menggunakan emblem emas ini, dari mulai Titoni, Royce, Omega, Longines, Eterna-matic, Seiko dan banyak lagi. Kadang-kadang emblem emas itu sengaja dicongkel untuk dijual emasnya! Jadi jangan kaget jika mendapat Seiko KS atau GS atau merk-merk lain yang emblem emasnya sudah dilepas. Longines Conquest ini berlogo ikan melompat (entah ikan apa, yang jelas bukan Ikan Fauzi)), barangkali untuk menunjukkan betapa hebat "waterproof"-nya. Ada model Longines Conquest tanpa kalender (seperti yang saya tampilkan ini) dan dengan kalender (tertulis "Conquest Calendar"). Dua-duanya bernilai tinggi. Bahkan di market internasional harganya jauh lebih tinggi daripada di sini (Indonesia). Warna dial arloji ini awalnya hitam tetapi karena usia menjadi coklat tembaga (tropical). Warna tropicalnya sudah merata dan bersih. Index dan jarum berwarna emas sehingga tampak kontras dengan backgroundnya yang tropical. Sizenya standar yakni 36mm, bodinya masih "mumplu" seperti Malinda Dee (sebelum sakit). Dibandingkan dengan usianya, Longines ini masih amat mulus, bersih, jalan akurat dan power reserve mencapai hampir 40 jam. Lebih bagus lagi jika dipasang rantai tua model beras (vintage rice bracelet), tapi belum dapat. Kalau dipasang rantai baru yang beda usianya sekitar 25 tahun (rantai berondong) tentu kurang cocok. Kalau dipaksakan nanti jadi oedipus complex. Jadi sementara ini pakai tali kulit saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar