Sabtu, 26 November 2016

For Sale Longines Automatic 1960an

Saya akan melepas salah satu koleksi terbaik saya. Longines Automatic dalam kondisi yang masih sangat baik, bersih, mulus dan berjalan normal. Dial berwarna silver dengan jarum hitam onyx dan masih ada patina di ujung index dan di jarum. Size standar 35/37 rantai dan buckle asli. Diperkirakan produksi tahun 1960an. Harga hanya 5 juta silakan SMS 0812 82 (triple 4) 615





Jumat, 13 Mei 2016

For Sale Omega Constellation C Shape Cal 751 Gold Top SOLD

Omega Constellation cal 751 automatic textured dial (plat bertekstur) kondisi istimewa, raintai model berglasur (lebih jarang dan lebih kokoh), semua masih ori. silakan SMS 08 (triple satu) 75 76 Dua Enam



Sabtu, 07 Mei 2016

Certina Double Security: Legenda yang Tak Banyak Diketahui SOLD

Semua merk arloji berlomba-lomba untuk menciptakan model yang tahan banting. Pada masa itu (1940an sampai 1960an) arloji adalah barang lux, sehingga pembeli ingin mempunyai arloji yang benar-benar bagus bukan hanya dalam penampilan tetapi juga dalam daya tahan dan keawetan. Biasanya arloji diikutsertakan dalam ekspedisi, masih ingat Ekspedisi Kontiki yang membawa arloji Eterna bukan? Atau arloji Enicar Sherpa yang dipakai ke ekspedisi Himalaya? Nah kali ini kita akan membahas Certina DS (singkatan dari Double Security). Pada awal tahun 1950an Certina juga berusaha menciptakan arloji yang tahan banting. Dibawah arahan Philipp Kurth, setelah bertahun tahun melakukan percobaan, akhirnya Certina menemukan inovasi baru. Arloji ini menggunakan shock absorber tambahan disamping incabloc konvensional. Penambahan fitur ini membuat movement mounting menjadi floating sehingga mesin tidak terkena guncangan. Selain itu, di belakang mesin juga ditambah sealing, disain caseback yang lebih kokoh, mika yang lebih tebal dan tinggi, gap udara antara mesin dan dial sehingga mesin lebih terproteksi. Arloji ini diklaim tahan banting dari ketinggian 6 meter dan kedalaman air 200 meter. Uniknya lagi, saking bagusnya proteksi terhadap mesin, bunyi mesin hampir hampir tidak terdengar walaupun kita sudah menempelkan telinga kita ke mika!. Hebat! Certina DS mulai diproduksi pada tahun 1959. Nah sekarang saatnya arloji ini diuji. pada tahun 1960 ekspedisi Himalaya dipimpin oleh Max Eiselin berhasil mencapai puncak 8,167 meter dimana semua pendaki menggunakan Certina DS. Sejak itu Certina DS berhasil meraih ketenaran tingkat dunia. Tipe manual (putar) menggunakan mesin caliber 25-36 yang saya tampilkan fotonya ini adalah generasi pertama yang dibuat hanya setahun (1959-1960) sebelum digantikan oleh generasi-generasi berikutnya, size nya juga lebih besar (jumbo).  Sungguh beruntung mereka yang memiliki Certina DS klasik dan vintage, selain indah juga tangguh.


Jumat, 29 April 2016

For Sale Borongan Tiga Biji SOLD

Jual sekaligus satu paket: Titoni 77 Jewels pie pan dial ada koin emas di belakangnya, Titus De Luxe manual winding, casio digital (yang casio saya jual karena enggak tau cara nyetel calendernya/rumit bikin pusing aja). Semua berjalan baik dan normal. Jual bosan. SOLD juta semuanya. SMS ke 08 triple satu 757626




For Sale: Vintage Longines Manual Winding cal 281 SOLD

Untuk harga di bawah 5 juta konon Longines adalah pilihan terbaik. Longines mesin 280 adalah salah satu mesin high grade Longines. Mesin ini tampil dengan berbagai variasi, termasuk cal 281 dengan penambahan fungsi kalender. Longines ini diperkirakan produksi tahun 1963, size standar 35mm, dilengkapi dengan rantai mesh bracelet Longines ditambah bonus tali trap generik. SOLD silakam SMS 08 triple satu 757626




For Sale TAG Heuer Professional SOLD

TAG Heuer Professional 2000, kondisi bagus, utuh, semua fungsi normal, bezel berputar normal, rantai panjang (masih ada extra cadangan sambungan rantai 1 ruas lagi), mesin quartz, size UNISEX/MIDSIZE  (bukan lady) harga SOLD juta silakan SMS ke 08 triple satu 757626


Rabu, 23 Maret 2016

Ribut Ribut Soal Teknologi Online

Kemarin ini Jakarta heboh akibat protes pengemudi taxi "konvensional" terhadap jasa transportasi yang menggunakan pesanan dengan aplikasi online. Tampaknya teknologi online ini juga terasa pengaruhnya terhadap dunia jam antik. Saya ingat ketika awal tahun 2000 saya mulai mengumpulkan jam antik. Saat itu belum ada online online, blog blog, seperti sekarang. Internet sudah ada tetapi masih terbatas. Webiste juga sudah ada, seperti website "iklan baris" atau "iklan mini" dimana sekali-sekali saya temukan juga informasi tentang jam antik. Melalui website itu lah saya mulai mengenal teman-teman generasi awal seperti Arif Yulianto yang sampai saat ini masih eksis bahkan menjadi the living legend dalam dunia kang-ouw jam antik. Ada juga beberapa nama lain, tetapi mereka tidak aktif lagi dalam beberapa tahun kemudian. Untuk mendapatkan jam antik, tempat yang paling sering saya kunjungi adalah pasar Jatinegara dekat lapangan Jenderal Urip. Disana ada beberapa kios sederhana, kaki lima berjejer. Suasana ramai, panas. Saya menjalin pertemanan dengan para pedagang disana dan harus rajin rajin datang supaya tidak kehilangan kesempatan mendapat jam antik. Ketika masuk jam makan siang, kita mampir dulu di warteg dekat situ. Disana saya mulai "berkenalan" dengan Titus, Titoni, Mido, Seiko 5, Ricoh, Sandoz. Sekali-kali ada Omega. Beberapa tahun kemudian mereka digusur, tidak boleh lagi berjualan di sekitar lapangan Jenderal Urip. Mulai lah mereka tercerai berai, pindah ke lokasi yang saling berjauhan. Sekian tahun berikutnya saya mulai menjajaki kios kios di Jl Batu Tulis, Pecenongan. Disini saya mulai naik kelas. Lihat lihat Omega dan Rolex. Jumlah jam antik di sana saat itu cukup berlimpah, Omega Constellation sering didapat. Saya juga mulai mengunjungi kota lain, terutama Jl ABC di Bandung, kemudian beberapa lokasi di Surabaya dan Malang. Sekian tahun berikutnya saya mulai berkenalan dengan pendekar-pendekar baru, yang beberapa di antaranya kemudian memelopori penggunaan teknologi online dalam dunia jam, baik jam antik mapun jam modern. Ada yang dulu bertemu saya ibaratnya masih memakai celana pendek dengan membawa sekoper jam yang ternyata isinya jam baterai semua, sekian tahun kemudian menjadi salah seorang dari jajaran pendekar dunia jam! Sekarang semua itu tinggal kenangan yang sekali sekali berkelebat di dalam ingatan saya. Tiada lagi berpanas panas sambil deg-degan kira-kira hari ini saya akan mendapat jam apa? Sekarang tinggal duduk di depan laptop atau kotak katik smartphone lihat lihat blog yang isinya segala macam jam ada disana.Kalo cocok tinggal sms dan transfer. Tidak perlu jauh jauh nyamperin. Kita tidak kenal siapa dia, kita tidak pernah menatap sorot matanya, tidak membaca bahasa tubuhnya. No human element. Jadi ingat Herbert Marcuse dalam bukunya "One Dimensional Man" (1964) yang mengritik "advanced industrial society" yang tak lebih hanya memunculkan manusia satu-dimensi.

Pedagang di Jatinegara juga mungkin sudah bubar. Pedagang di Pecenongan juga mungkin lebih sepi. Saya tidak tahu karena sudah lama tidak datang kesana. Seperti pengemudi taxi "konvensional" yang harus menghadapi taxi "online", demikianlah keadaan pedagang jam "konvensional", tetapi tanpa demo. Zaman bergerak, musim berganti. Orang-orang datang dan pergi. Hidup bukan seperti pasar malam, kata Pramoedya Ananta Toer. Not an all night fair. Usia saya bertambah. Masa lalu saya lebih banyak daripada masa depan saya. Dan Jatinegara, Pecenongan adalah bagian dari masa lalu yang banyak itu.