Sabtu, 10 Maret 2012

Apa itu "sungkem"?

Beberapa tahun lalu saya mendengar candaan seorang teman yang mengatakan bahwa arloji pun bisa sungkem (andaikan arloji itu hidup dan bernyawa). Misalkan ada arloji yang memiliki nilai koleksi yang tinggi (highly collectible) bertemu dengan arloji biasa yang nilai koleksinya biasa saja, maka arloji yang biasa itu akan sungkem kepada arloji yang highly collectible. Nah sekarang tinggal mencari arloji yang benar-benar bisa membuat sungkem arloji lannya.

Ini yang disebut lengkap


Rolex tanpa kelengkapan apa-apa dalam bahasa pedagang disebut "batangan aja". Ada yang dengan surat (sertifikat atau paper) tetapi tanpa box, atau sebaliknya. Mendapat yang "lengkap" atau sering disebut "full set" cukup mudah untuk Rolex keluaran agak baru, tetapi yang sangat lengkap tidak mudah dijumpai. Yang saya maksud sangat lengkap adalah ada box, paper, dompet, tali, buku, bahkan kalender saku untuk menunjukkan tahun pembuatannya. Kelengkapan seperti ini membuat nilai koleksi lebih tinggi, bahkan kolektor memburu kelengkapan seperti ini karena selain membuat harga jual (nantinya) lebih mahal, juga baik untuk diwariskan kepada anak cucu karena kelengkapan asesoris dapat menunjukkan orisinalitasnya (terutama jika anak cucu kita awam dalam hal menguji keaslian arloji, kelengkapan seperti ini dapat menunjang sebagai bukti kuat).

Memang ini bukan Rolex baru, tetapi ini baru Rolex!


Model 6694 putar (manual), yang membuat istimewa adalah dialnya yang berwarna campuran putih dengan warna tembaga, jarum dan index berwarna coklat tembaga mengkilat. Perpaduan dan gradasi warna dial dan jarum serta index membuat Rolex ini tampil sederhana tetapi elegan, lembut tapi eye catching. Akurasi sangat bagus. Rantai oyster tebal, enak dipakainya. Mendapat Rolex putar 6694 saat ini cukup sulit, apalagi dalam kondisi bagus dengan dial dan warna "unusual" seperti ini.

Titoni Airmaster 77 Jewels Gold Emblem



Di antara Titoni yang termasuk kolektible adalah Airmaster 77 Jewels. Ada beberapa variasi, yang saya tampilkan kali ini adalah model yang lebih elegan, tidak terlalu ramai, kalem. Semua masih orisinil dan akurasinya baik sekali.

Eterna-matic Grey Dial


Sangat jarang menjumpai Eterna-matic seperti ini, size 36 mm, dial berwarna abu-abu, jalan akurat sekali. Memang benar kata sebagian kolektor bahwa Eterna-matic memiliki kualitas mesin (movement) yang baik.

?


?

Senin, 27 Februari 2012

Yang "mika" atau yang "kristal" ?

Dalam dunia Rolex kita kenal istilah dalam percakapan sehari-hari "mika" dan "kristal". Kata "mika" ditujukan untuk Rolex antik periode sebelum pertengahan 1980an dimana saat itu Rolex menggunakan kaca yang terbuat dari akrilik. Kaca akrilik ini dikenal pula dengan sebutan "mika". Sebaliknya, kata "kristal" ditujukan untuk Rolex modern yang sudah menggunakan kaca dari bahan kristal. Kelemahan mika adalah mudah tergores dan gampang dipoles poles. Jika rusak, jangan khawatir saat ini sudah terdapat kaca mika aftermarket yang kualitasnya cukup baik. Rolex mika mempunyai nilai koleksi lebih tinggi. Harganya juga tinggi terutama tipe sport/tool watch (Submariner, GMT, SeaDweller) kalau tipe dress watch harganya masih jalan di tempat (Date. Date Just, Precision). Kaum fanatik mika menganggap rendah kristal. Mereka yang baru terjun biasanya ikut-ikutan pula berburu Rolex mika. "Ada yang mika-mika?" begitu mereka bertanya kepada para pedagang. Namun hendaknya kita pertimbangkan bahwa mengoleksi yang mika-mika tidak mudah. Pertama cari barangnya susah. Kedua, nilainya sangat dipengaruhi oleh kondisi. Saya pernah lihat dua orang fanatik mika berdebat apakah Rolex yang mereka pegang itu sudah dipoles badinya atau belum. Yang satu bilang "sudah poles" yang satu bilang "belum". Mulut bereka sampai manyun-manyun dan berbusa-busa memperdebatkan masalah itu. Saya tidak tahu apakah saya harus merasa kagum atas kefanatikan mereka atau malah kasihan. Perdebatan itu demikian sengitnya bagaikan memperdebatkan fiqh dalam kajian agama. Ketiga, harga Rolex mika terutama tipe sport/tool watch amatlah tingginya sehingga sering disebut over-rated alias kemahalan. Oleh karena segala ke-njelimet-an Rolex mika itu maka kaum fanatik mika jumlahnya tidak banyak, dan akses informasi distribusi dikuasai oleh sekelompok kecil (oligopoli, orangnya itu-itu saja). Lebih banyak yang sekarang beralih ke kristal, karena lebih banyak ketersediaannya, lebih praktis dan lebih bagus-bagus kondisinya. Harap pikirkan pula bahwa Rolex kristal tahun 1990an tiga puluh tahun kemudian akan menjadi vintage juga. Asal kuat nyimpennya dan sabar, dan panjang umur, pasti akan menikmati Rolex kristal menjadi Rolex antik juga. Apalagi banyak model kristal yang sekarang discontinued, alias tidak diproduksi lagi.