Minggu, 11 Oktober 2015

Titoni Si Bunga Meihua

Pencarian informasi mengenai Titoni menghasilkan temuan-temuan menarik. Titoni didirikan sejak 1919 di Grenchen dekat Bienne. Titoni berhasil bertahan sebagai perusahaan independen yang didirikan oleh Fritz Schluep dan dikelola oleh keluarga Schluep. Sejak tahun 1945 Titoni diperkenalkan di Asia. Hingga kini pasar terbesar Titoni adalah Asia, terutama China. Titoni sangat digemari di Asia. Di Indonesia pada tahun 1950an sampai 1970an boleh dibilang Titoni merupakan salah satu merk arloji paling populer, di samping Titus, Mido dan Rado, Pada tahun 1957 Titoni menciptakan model Desertrouter, arloji khusus untuk pengendara bus yang mengantar surat melintasi gurun dari Sinai menuju Iraq. Titoni produksi awal masih memakai merk Felca. Tidak begitu jelas kapan Felca berganti menjadi Titoni. Simbol Titoni adalah bunga Meihua yang tumbuh di China. Bagi penggemar arloji antik, rasanya belum sempurna jika belum pernah memiliki Titoni. Titoni amat sangat banyak mengeluarkan model. Yang paling terkenal dan legendaris tentu saja Titoni Airmaster, yang dikeluarkan pada era penjelajahan antariksa. Hampir semua produsen arloji pada tahun itu (menjelang akhir 1960an) mengeluarkan model-model yang dikaitkan dengan penjelajahan antariksa. Yang paling tinggi nilainya adalah Titoni Airmaster 77 Jewels dengan simbol coin emas di tutup belakangnya. Yang saya tampilkan ini Titoni Airmaster 77 Jewels dengan aging dan pie pan dial, twisted lugs. Di urutan kedua adalah Titoni Cosmo King dengan bezel dari emas 14 karat. Ada juga Cosmo King dengan bezel steel biasa dan tanpa petunjuk hari, tetapi kelasnya masih di bawah yang bezel gold dengan petunjuk hari. Jika berminat, kedua Titoni yang saya tampilkan ini For Sale dengan harga wajar, silakan SMS 08111 75 76 26 atau BBM 5A60B8FC untuk info info arloji






Minggu, 04 Oktober 2015

Mengapa All Gold ?

Bagi sebagian orang arloji yang materialnya terbuat dari emas dianggap terlalu mencolok dan terlalu mahal. Memang ada benarnya. Dulu arloji terbuat dari all gold dianggap menempati kelas paling atas. Arloji all gold mewakili ("represents") kelas atas karena itu harganya lebih mahal, selain karena materialnya (emasnya) memang lebih mahal daripada casing stainless steel. Konon arloji all gold lebih populer di masyarakat Asia daripada Eropa atau Amerika. Bagi saya, arloji all gold punya pesona sendiri. Harga saya kira cenderung naik terus, jadi cocok jika disimpan untuk jangka waktu lama. Kalau punya anak perempuan, cocok juga dijadikan sebagai warisan (anak lelaki biasanya kurang suka). Sepuluh tahun lalu saya masih ingat Eternamatic all gold 18k harga sekitar 3.5 juta. Sekarang pasti sudah di atas 10 juta. Sebaiknya pilih yang 18k (75%). Selisih harga antara yang 18k dan 14k (50%) cukup jauh karena kadar emasnya pun beda sampai 25%.  Untuk menyiasati harga para produsen arloji mengeluarkan model "gold capped top" yang penampilannya sama dengan all gold padahal hanya lapisan atasnya saja yang dilapisi emas (dengan cara "sandwich" bukan dengan cara celup atau oksidasi) karena itu harganya tidak semahal all gold. Silakan menikmati tiga dara yang cantik-cantik ini: Omega all gold, Longines all gold dan Movado all gold.....No telp saya yang aktif sekarang 08111757626




Sabtu, 03 Oktober 2015

Apa itu prototype ?

Dalam dunia arloji kadang kita temukan istilah prototype. Tampaknya istilah itu mengacu kepada "model awal" yang kemudian dikembangkan atau disempurnakan menjadi model yang lebih baik dan lebih dapat diterima oleh pasar. Hal ini dapat disebut juga sebagai model uji coba sebelum memutuskan untuk terus memproduksi atau tidak. Tentu saja secara kuantitas model prototype tidak banyak. Oleh karena itu seringkala keberadaannya diperdebatkan. Sebagai contoh saya kemukakan Omega ini, jika dilihat dari modelnya mirip dengan Constellation Grand Luxe dengan dial honeycomb, mesin grade chronometer caliber 354 dan fancy lugs (unik sekali!), dan materialnya emas solid 75% alias 18k.  Jelas ini bukan (atau "belum") Constellation, tetapi jika ditambah tulisan "Constellation" di atas angka 6 dan simbol bintang serta observatorium di tutup belakang, maka jadilah Constellation Grand Luxe. Jika kita buka tutupnya dan lihat serial number di inside caseback maka susunan angkanya hanya beda satu digit dengan Constellation Grand Luxe. Apakah ini yang disebut prototype Constellation Grand Luxe? Saya serahkan kepada pembaca blog ini (kalau masih ada yang baca).

Oya nomor telp saya (WA juga) kembali lagi ke 08111 75 76 26  nomor nomor lain sudah tidak aktif



Jumat, 18 September 2015

Apakah Ini Suatu Evolusi Model?

Kalau kita perbandingkan, Seiko yang sebelah kiri modelnya lebih belakangan daripada Olma. Apakah ada evolusi model dari tahun 1930an sampai yang 60an ya? Tapi yang Olma tidak alarm, sedangakan yang Seiko alarm.


Misteri Si Olma Terpecahkan....

Beberapa tahun yang lalu saya mendapatkan jam merk Olma yang unik. Saat itu saya tidak tahu ini jam apa, apakah jam kantong (pocket watch) atau apa? Karena kesibukan, jam itu tergeletak saja di laci. Sekali kali saya putar. Akurasi masih sangat baik. Akhir-akhir ini saya perhatikan lagi. Jam ini dibungkus dengan casing stainless steel. Membukanya harus dengan cara menekan tombol di samping. Karena penasaran saya cari informasi mengenai jam seperti ini. Ternyata ini adalah jam meja. Cara membukanya sederhana sekali. Tinggal diangkat saja, dan diletakkan di atas meja. Bentuknya jadi lucu. Apalagi ukurannya mungil untuk ukuran jam meja, hanya 4.5 x 3 cm. Mesin putar, kenopnya gede (sengaja supaya mudah memutarnya). Saya foto saya sandingkan dengan jam digital di latar belakang. Akurasi sangat baik. Olma adalah merk yang kurang terkenal. Didirikan oleh Paul Jeannin Bourquin tahun 1836 tetapi belum menggunakan merk Olma. Olma baru digunakan pada tahun 1926. Kalo dilihat dari modelnya, tampaknya jam saya ini dikeluarkan pada akhir 1920an atau awal 1930an. Berarti usianya sudah sekitar 80an tahun.





Minggu, 16 Agustus 2015

Semakin Lama Semakin Asyik

Sebelum mulai menggemari arloji (jam tangan/wristwatch), saya menggemari jam dinding, jam lemari dan jam meja. Berikut ini saya tampilkan yang masih tersisa dari koleksi jam dinding saya. Saya katakan "tersisa" karena jumlahnya awalnya mencapai 10 tetapi sudah saya jual-jual karena menyita tempat dan kewalahan merawatnya. Yang masih saya pertahankan adalah yang istimewa istimewa. Yang pertama merknya Junghans, tiga lobang (perempatan) tiap 15 menit bunyi, Yang istimewa adalah bunyinya memiliki gema yang panjang, lembut, merdu dan indah. Selain itu, ukiran pada box nya sungguh unik, ada butir butir tasbih di kedua sisinya. Konon ukiran seperti ini cukup langka. Koleksi kedua hanya dua lobang (tengahan) bunyi setiap 30 menit tetapi bunyinya sangat istimewa, sangat mirip dengan bunyi lonceng shaolin dong dong dong begitu. Sebagai pengagum shaolin tentu saja mendengar dentang lonceng shaolin di tengah rumah membawa efek lain dalam jiwa saya.  Koleksi ketiga buatan Gustav Becker, tengahan tetapi double gong. Silakan google saja siapa Gustav Becker dan betapa kolektiblenya. Dan yang keempat adalah Seiko day date 30 days bunyi tiap 30 menit. Seiko ini ditaruh di ruang makan (dining room) sehingga anak-anak bisa melihatnya pada saat makan pagi dan makan malam. Selama belasan tahun jam-jam dinding itu terus hidup, terus bunyi dan terus menemani.Semakin lama malah semakin asyik, bukan semakin bosan.





Jumat, 14 Agustus 2015

For Sale: Sandoz Alarm (bell) Layak Dikoleksi SOLD

Barangkali di antara pembaca ada yang mengira Henri Sandoz masih bersaudara dengan Heri Senen, keliru. Henri Sandoz adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah industri dan seni jam Swiss. Namun, tidak banyak informasi tentang dirinya yang dapat digali dari sumber-sumber terbuka. Buku tebal berjudul "Wristwatches" karya Gisbert L Brunner dan Christian Pfeiffer-Belli (terbitan Konemann tahun 1999) yang sering saya jadikan referensi tidak memuat artikel mengenai Henri Sandoz. Hendri Sandoz sudah mulai memperkenalkan merk "Sandoz" sejak tahun 1870. Dia mampu mempekrjakan 1000 karyawan dengan kapasitas produksi sampai 2500 unit per hari. Bahkan pada tahun 1938 dia mampu membuat sampai 4000 unit per hari. Pada tahun 1892 Henri Sandoz sempat bekerjasama dengan pasangan bersaudara Joseph dan Theodore Schwob untuk mengembangkan merk "Cyma" yang sudah lahir 30 tahun sebelumnya. Entah bagaimana kelanjutan dari kerjasama tersebut. Yang jelas, Cyma juga berkembang menjadi merk jam yang terkenal. Tampaknya Sandoz termasuk salah satu merk yang tergusur  akibat revolusi jam elektornik (baterai/quartz) sehingga pada tahun 1971 Sandoz dijual ke empat perusahaan berbeda: Swiss, Hongkong, Singapur dan Spanyol. Jadi sekarang ada Sandoz Swiss, Sandoz Hingkong Sandoz Singapore dan Sandoz Spanish.

Dengan demikian dapatlah kita katakan bahwa Sandoz keluaran sebelum 1971 termasuk layak dikoleksi karena mewakili kejayaan Sandoz.

Sandoz yang saya tawarkan ini adalah Sandoz alarm (bell) termasuk kolektibel, keluaran tahun 1960-an, casing gold plated utuh, dial warna putih satin, mesin putar (manual), ada dua tombol (crown) yang satu untuk memutar per movement dan satu lagi untuk memutar per alarm nya dan memutar jarum penunjuk waktu bell berbunya dimana di ujung jarum tersebut berwarna merah. Size ukuran jumbo sekitar 36-37 belum termasuk crown. Bunyi alarm kencang, tulisan di belakang masih utuh terbaca jelas.  Akurasi dan power reserve bagus, strap kulit imitasi generik. Harga wajar silakan SMS 08111757626 Perlu saya sampaikan bahwa semakin hari tipe arloji alarm semakin kolektibel dan dicari kolektor. Jam-jam baru pun saat ini mulai kembali lagi menggunakan model alarm manual seperti ini karena memiliki nilai seni yang tinggi. Harganya pun lebih tinggi jika suatu arloji memliliki fungsi alarm manual ini.