Barangkali di antara pembaca ada yang mengira Henri Sandoz masih bersaudara dengan Heri Senen, keliru. Henri Sandoz adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah industri dan seni jam Swiss. Namun, tidak banyak informasi tentang dirinya yang dapat digali dari sumber-sumber terbuka. Buku tebal berjudul "Wristwatches" karya Gisbert L Brunner dan Christian Pfeiffer-Belli (terbitan Konemann tahun 1999) yang sering saya jadikan referensi tidak memuat artikel mengenai Henri Sandoz. Hendri Sandoz sudah mulai memperkenalkan merk "Sandoz" sejak tahun 1870. Dia mampu mempekrjakan 1000 karyawan dengan kapasitas produksi sampai 2500 unit per hari. Bahkan pada tahun 1938 dia mampu membuat sampai 4000 unit per hari. Pada tahun 1892 Henri Sandoz sempat bekerjasama dengan pasangan bersaudara Joseph dan Theodore Schwob untuk mengembangkan merk "Cyma" yang sudah lahir 30 tahun sebelumnya. Entah bagaimana kelanjutan dari kerjasama tersebut. Yang jelas, Cyma juga berkembang menjadi merk jam yang terkenal. Tampaknya Sandoz termasuk salah satu merk yang tergusur akibat revolusi jam elektornik (baterai/quartz) sehingga pada tahun 1971 Sandoz dijual ke empat perusahaan berbeda: Swiss, Hongkong, Singapur dan Spanyol. Jadi sekarang ada Sandoz Swiss, Sandoz Hingkong Sandoz Singapore dan Sandoz Spanish.
Dengan demikian dapatlah kita katakan bahwa Sandoz keluaran sebelum 1971 termasuk layak dikoleksi karena mewakili kejayaan Sandoz.
Sandoz yang saya tawarkan ini adalah Sandoz alarm (bell) termasuk kolektibel, keluaran tahun 1960-an, casing gold plated utuh, dial warna putih satin, mesin putar (manual), ada dua tombol (crown) yang satu untuk memutar per movement dan satu lagi untuk memutar per alarm nya dan memutar jarum penunjuk waktu bell berbunya dimana di ujung jarum tersebut berwarna merah. Size ukuran jumbo sekitar 36-37 belum termasuk crown. Bunyi alarm kencang, tulisan di belakang masih utuh terbaca jelas. Akurasi dan power reserve bagus, strap kulit imitasi generik. Harga wajar silakan SMS 08111757626 Perlu saya sampaikan bahwa semakin hari tipe arloji alarm semakin kolektibel dan dicari kolektor. Jam-jam baru pun saat ini mulai kembali lagi menggunakan model alarm manual seperti ini karena memiliki nilai seni yang tinggi. Harganya pun lebih tinggi jika suatu arloji memliliki fungsi alarm manual ini.
Jumat, 14 Agustus 2015
Sabtu, 08 Agustus 2015
SOLD Omega Geneve Blue Dial Manual Winding cal 610
SOLD Omega Geneve mesin manual (putar) cal 610 warna dial biru langit, jarum dan indeks warna putih kapur, cantik sekali, bentuk kotak, harga hanya sudah termasuk biaya kirim, akurasi sangat baik. Tali kuliat hitam generik dengan jahitan benang putih di sisinya. Buckle Omega bawaannya. SMS 081281799145
Sabtu, 18 Juli 2015
Tak Kenal Maka Tak Sayang: Poljot (For Sale) SOLD
Tentu kita lebih kenal Omega dengan segala kehebatannya dibanding dengan Poljot. Padahal, Poljot juga digunakan dalam misi-misi luar angkasa khususnya proyek-proyek luar angkasa Uni Sovyet (USSR), termasuk yang melibatkan astronot terkemuka Yuri Gagarin. Poljot memiliki sejarah panjang. Ambisi USSR untuk memproduksi arloji secara besar-besaran dimulai tahun 1930 atas perintah Joseph Stalin. Pemerintah USSR membeli pabrik jam Amerika di New York, Ansoma dan Deuber-Hampden di Ohio pada tahun 1929. Seluruh peralatan dan mesin diboyong ke Moscow, ibukota USSR. Produk awal arloji USSR ini masih menggunakan movement dengan stempel "Deuber-Hampden". Pada tahun 1941 sempat pindah ke Zlatoust karena situasi perang tetapi kemudian kembali ke Moscow tahun 1943. Produk pabrik ini sempat menggunakan nama Pobeda pada tahun 1947. Pada tahun 1961 Yuri Gagarin memakai arloji buatan USSR ini dengan tipe Sturmanskie (artinya Navigator) yang sebenarnya tidak dirancang untuk misi luar angkasa melainkan untuk standar pilot internasional. Karena kesuksesan misi ini, merk "Poljot" mulai dipakai yang artinya "flight". Mesin chronograph buatan pabrik ini yang paling terkenal adalah caliber 3133 yang merupakan adaptasi dari mesin Swiss Valjoux 7734, tetapi dengan peningkatan kualitas dari 17 jewels ke 23 jewels dan vibrasi dari 18000 bph ke 21600 bph. Pada tahun 1991 Poljot meraih Golden Trophy for Quality.
Poljot yang saya tawarkan kali ini adalah Poljot dengan penampilan military yang cantik. Size besar 38mm (dengan crown 42mm), dial berwarna putih krem bersih, jarum lancip klasik, fungsi krono dan akurasi sangat baik, power reserve lama banget bisa 40 jam, mesin manual winding 23 jewels 216000 bph, Tali kulit generik tetapi buckle asli (ada simbil Poljot). Harga yang ditawarkan sangat rasional untuk arloji sebagus, semulus, dan bersejarah ini: SOLD silakan SMS 081281799145
Poljot yang saya tawarkan kali ini adalah Poljot dengan penampilan military yang cantik. Size besar 38mm (dengan crown 42mm), dial berwarna putih krem bersih, jarum lancip klasik, fungsi krono dan akurasi sangat baik, power reserve lama banget bisa 40 jam, mesin manual winding 23 jewels 216000 bph, Tali kulit generik tetapi buckle asli (ada simbil Poljot). Harga yang ditawarkan sangat rasional untuk arloji sebagus, semulus, dan bersejarah ini: SOLD silakan SMS 081281799145
Jumat, 03 Juli 2015
Omega oh Omega
Barangkali tidak banyak yang mengetahui bahwa pada mulanya Omega bukanlah nama yang dipilih sebagai merk jam, melainkan nama yang diberikan untuk mesin jam (movement). Memang Louis Brandt mulai membuka toko dan mengerjakan pembuatan jam pada tahun 1848 tetapi nama Omega belum digunakan. Nama Omega pada mulanya diberikan kepada mesin caliber 19 yang dibuat tahun 1894, sedangkan nama Omega baru digunakan pada jam mulai tahun 1903 atas saran Henri Rieckel. Sejak itu merk Omega mulai moncer sebagai salah satu merk arloji buatan Swiss paling terkemuka, bersaing keras dengan Rolex. Pada tahun 1917 Angkatan Udara Inggris memilih merk Omega untuk kesatuan kesatuannya, setahun kemudian Angkatan Darat USA juga memilih arloji Omega untuk digunakan sebagai arloji prajurit mereka. Sejak 1932 Omega menjadi arloji resmi Olimpiade Dunia. Omega juga menjadi arloji yang dipakai oleh James Bond sejak 1995, menggeser Rolex yang sebelumnya dikenal sebagai arloji James Bond terutama tipe Submariner. Tahun 1969 Omega Speedmaster Chronograph dipilih sebagai arloji NASA untuk penerbangan ke bulan. Masih banyak sederet prestasi Omega. Terlalu panjang untuk diurai disini. Penting untuk dicatat bahwa selama satu dekade dari tahun 1958 sampai 1969 Omega merupakan pabrik arloji yang paling banyak menghasilkan mesin dengan standar COSC Chronometer. Saking banyaknya produksi dan variasi Omega pada masa silam, sampai sekarang kita masih terkaget-kaget ketika menemukan Omega dengan desain desain yang unik, yang mungkin diproduksi terbatas atau malah tidak terdokumentasi. Sumbangan terbesar kejayaan Omega pada tahun-tahun tersebut adalah apalagi kalau bukan Mbak Connie alias Constellations. Pada masa itu orang orang kaya rasanya belum afdol kalau belum memakai Omega Constellations. Pada masa sekarang, kolektor arloji antik belum afdol kalau belum memiliki Omega Constellations.
Jumat, 26 Juni 2015
Fakta-Fakta tentang Omega Dynamic yang Jarang Diketahui
Ada kolektor arloji antik yang tidak begitu berminat pada Omega Dynamic, kebanyakan karena kurang sreg saja lihat tampangnya yang aneh. Barangkala fakta-fakta berikut ini dapat mengubah pandangan mereka. Omega Dynamic mulai diluncurkan tahun 1967 setelah Omega melakukan riset untuk menemukan bentuk arloji yang paling sesuai dengan anatomi tubuh manusia. Omega menyimpulan bahwa bentuk "elips" meruapakan bentuk yang paling cocok untuk lengan manusia baik pria maupun wanita. Dengan bantuan disainer terkemuka Raymond Thevanaz, Omega meluncurkan seri Dynamic. Konon, kata Dynamic berasal dari "Aero-Dynamic", namun mungkin juga karena tipe ini ditujukan pagi anak muda yang "modern" dan "dinamis" karena model Omega ini benar-benar menabrak "pakem" model arloji di tahun-tahun itu. Mengapa dikatakan menabrak? Karena Omega berani menampilkan bentuk yang tidak lazim, dial yang berwarna warni (konon ada 24 variasi warna) yang diklaim Omega sebagai dial yang paling mudah dibaca (readable), casing "monocoque" maksudnya terdiri dari satu bongkah (one-piece) baja yang ditata sehingga tidak membutuhkan tutup belakang. Casing seperti ini diklaim tahan air sampai 100 feet, kenop yang dibuat segaris dengan tepian casing (tidak nongol) sehingga mencegah kerusakan kenop saat terjadi benturan yang tidak disengaja (kenop lebih awet), Khusus untuk casing ini, Omega bekerjasama dengan perusahaan Itali Lascor Case factory untuk membuatnya. Benar-benar serius! Sampai tahun 1969, Omega Dynamic mendapat award Biannual Swiss Industrial Design Competition mengalahkan 250 peserta!Tahun 1970, Omega Dynamic merupakan produk paling laris Omega.
Dynamic generasi pertama menggunakan mesin caliber 3 digit, dari 560 sampai 752 (terakhir) sebelum pada tahun 1970 menggunakan mesin generasi terbaru dengan 4 digit (1010, 1012 dll). Kharisma Omega Dynamic mulai meredup sejak menggunakan mesin generasi kedua ini. Apalagi sejak Omega memperkenalkan De Ville Dynamic (generasi pertama menggunakan product line Geneve Dynamic) dengan tampilan yang lebih minimalis sehingga tidak menarik lagi. Sampai 1987 Omega masih mencoba-coba menghidupkan Dynamic tetapi tidak lagi dapat sejajar dengan Dynamic generasi awal. Oleh karena itu Dynamic generasi awal termasuk collectible.
Saya tawarkan salah satu kolekasi saya, Dynamic generasi awal tetapi periode akhir (1969) dengan mesin cal 752 dan model ST 166.0079. Casingnya dilapisi emas 14k (gold top) lebih valuable dibanding yang full stainless steel. Rantai orisinil dan full stainless steel. Dynamic dengan mesin 752 dinilai lebih sedikit populasinya karena hanya diporduksi sekitar 2 tahun saja. Cara memindahkan hari dan tanggal dengan cara manual diputar 24 jam, hari dan tanggal akan berpindah, sedangkan untuk mecocokkan tanggal dengan cara "kipas" yaitu setelah pindah hari dan tanggal kemudian balik jarum menit ke belakang sampai ke angka 10 kemudian putar lagi melewati angka 12 maka tanggal akan meloncat ke angka berikutnya. Atau dapat pula dengan manarik kenop dua kali dan menekan ke dalam sekali (sistem pompa) maka tanggal akan berpindah. Tapi sistem pompa ini tidak dianjurkan untuk sering sering dipakai karena kawat yang ada di movement akan gampang putus. Saya senang perpindahan tanggal sistem kipas karena dapat membunuh waktu jika sedang menunggu sesuatu, main-main jam daripada main-main smartphone. Dynamic dengan kondisi mulus ini saya tawarkan di harga . Silakan sms di 0812 817 99 145, ini nomor baru, nomor lain tidak digunakan lagi.
Dynamic generasi pertama menggunakan mesin caliber 3 digit, dari 560 sampai 752 (terakhir) sebelum pada tahun 1970 menggunakan mesin generasi terbaru dengan 4 digit (1010, 1012 dll). Kharisma Omega Dynamic mulai meredup sejak menggunakan mesin generasi kedua ini. Apalagi sejak Omega memperkenalkan De Ville Dynamic (generasi pertama menggunakan product line Geneve Dynamic) dengan tampilan yang lebih minimalis sehingga tidak menarik lagi. Sampai 1987 Omega masih mencoba-coba menghidupkan Dynamic tetapi tidak lagi dapat sejajar dengan Dynamic generasi awal. Oleh karena itu Dynamic generasi awal termasuk collectible.
Saya tawarkan salah satu kolekasi saya, Dynamic generasi awal tetapi periode akhir (1969) dengan mesin cal 752 dan model ST 166.0079. Casingnya dilapisi emas 14k (gold top) lebih valuable dibanding yang full stainless steel. Rantai orisinil dan full stainless steel. Dynamic dengan mesin 752 dinilai lebih sedikit populasinya karena hanya diporduksi sekitar 2 tahun saja. Cara memindahkan hari dan tanggal dengan cara manual diputar 24 jam, hari dan tanggal akan berpindah, sedangkan untuk mecocokkan tanggal dengan cara "kipas" yaitu setelah pindah hari dan tanggal kemudian balik jarum menit ke belakang sampai ke angka 10 kemudian putar lagi melewati angka 12 maka tanggal akan meloncat ke angka berikutnya. Atau dapat pula dengan manarik kenop dua kali dan menekan ke dalam sekali (sistem pompa) maka tanggal akan berpindah. Tapi sistem pompa ini tidak dianjurkan untuk sering sering dipakai karena kawat yang ada di movement akan gampang putus. Saya senang perpindahan tanggal sistem kipas karena dapat membunuh waktu jika sedang menunggu sesuatu, main-main jam daripada main-main smartphone. Dynamic dengan kondisi mulus ini saya tawarkan di harga . Silakan sms di 0812 817 99 145, ini nomor baru, nomor lain tidak digunakan lagi.
Sabtu, 09 Mei 2015
For Sale Omega Constellation 564 C Shape Grey Dial SOLD
Ketika saya memakai arloji ini di sebuah acara resepsi, seorang teman menyangka saya memakai Rolex Datejust Grey Dial!! Memang selintas Omega ini sama anggunnya dengan Rolex Datejust, tetapi dengan harga yang tentu jauh di bawah Rolex. Ini Constellation mesin caliber 564, buatan sekitar 1965-1967, dengan dial berwarna abu-abu. Konon katanya dial warna abu-abu (grey) termasuk dial yang sedikit jumlah produksinya. Kebetulan Constellation ini sangat mulus, utuh, rantai panjang, akurasi dapat diandalkan untuk pemakaian setiap hari, bezel bergerigi (fluted) terbuat dari emas putih, model ini diciptakan oleh Gerald Genta seorang disainer jam paling berpengaruh pada masanya. SMS di 08111757626 atau 0817195666
Kamis, 07 Mei 2015
Siapakah "Master of the Masters" ?
Dunia horology bagai lautan tak bertepi, bagai sumur tanpa dasar. Luas dan dalam sekali. Makin banyak dipelajari, makin banyak misteri yang belum terungkap, khususnya pada jam-jam antik. Majalah "Tempo" edisi lalu memuat artikel mengenai lukisan-lukisan "asli tapi palsu", atau lukisan yang memang palsu tetapi dibuat untuk menghormati si pelukis asli sehingga dibuat dengan gaya dan corak benar-benar serupa dengan yang asli, tetapi toh para kurator tidak dapat semuanya sependapat tentang ke-otentik-an atau nilai ('value") dari sebuah lukisan. Dalam dunia lukisan saja terjadi kontroversi, apalagi di dunia jam antik yang notabene barang kuno, dibuat nun puluhan tahun yang lalu. Bagaimana kita bisa sependapat? Ada berapa banyak model Omega? Model Rolex? Model Longines? Ada berapa banyak variasi, modifikasi, pesanan khusus, dsb. Ada berapa banyak tipe-tipe dial? Model-model rantai? Celakanya lagi, si pabrik belum tentu masih menyimpan catatannya. Bahkan untuk mengkonfirmasi sesuatu "temuan" pun terkadang enggan, sehingga misteri tinggal misteri. Lantas siapakah yang bisa mengatakan ini "benar" dan ini "salah"? Siapakah diantara kita yang dapat menjadi master of the masters?
Saya ambil contoh apa yang disebut sebagai "Sigma Dial" di dial Rolex (lihat foto). Katanya simbol "sigma" pada dial bagian bawah adalah kode bahwa dial terbuat dari "gold", tetapi ternyata simbol tersebut ditemukan pula pada model-model stainless steel. Kemudian muncul "teori" bahwa simbol tsb merupakan simbol pabrik si pembuat dial nya (dalam hal ini "Singer") karena Rolex memesan dial dari pabrik-pabrik lain (dial tidak diproduksi sendiri oleh Rolex). Ada juga yang berpendapat bahwa mungkin ada bengkel-bengkel kecil yang mampu membuat dial sekualitas sesuai standar "Rolex" tetapi bukan rekanan resmi Rolex (non Rolex company), mengingat keahlian membuat dial semacam itu kan juga dimiliki oleh company-company lain. Ada yang bilang dial seperti ini hanya diproduksi setahun saja yaitu tahun 1970. Lha Rolexnya saja perasaan ga pernah mengeluarkan keterangan seperti itu. Lantas "teori" mana yang paling benar?
Saya pernah melihat dial-dial yang di-claim sebagai "dial tak-resmi" tetapi yang boleh dibilang "sama" dengan dial asli. Mungkin hanya Tuhan dan si pembuatnya yang tahu apakah itu dial "resmi" atau tidak. Persis seperti dalam dunia lukisan, apakah ini benar-benar lukisan yang dibuat oleh Hendra Gunawan, atau orang lain yang melukis dengan gaya Hendra Gunawan? Itu hanya satu contoh kecil saja (soal sigma dial). Masih banyak yang lain, misalnya ini sudah poles apa belum? Saya pernah punya jam yang menurut saya sudah sedemikian mulus, ketika dikeker keker sama teman saya dia bilang "sayang ya platnya kegores", "sayang ya hurufnya mencong", "sayang ya sudah dipoles". Kembali ke judul tulisan ini, siapakah master of the masters di tengah lautan tak bertepi dan kedalaman sumur tanpa dasar dunia horology?
Saya ambil contoh apa yang disebut sebagai "Sigma Dial" di dial Rolex (lihat foto). Katanya simbol "sigma" pada dial bagian bawah adalah kode bahwa dial terbuat dari "gold", tetapi ternyata simbol tersebut ditemukan pula pada model-model stainless steel. Kemudian muncul "teori" bahwa simbol tsb merupakan simbol pabrik si pembuat dial nya (dalam hal ini "Singer") karena Rolex memesan dial dari pabrik-pabrik lain (dial tidak diproduksi sendiri oleh Rolex). Ada juga yang berpendapat bahwa mungkin ada bengkel-bengkel kecil yang mampu membuat dial sekualitas sesuai standar "Rolex" tetapi bukan rekanan resmi Rolex (non Rolex company), mengingat keahlian membuat dial semacam itu kan juga dimiliki oleh company-company lain. Ada yang bilang dial seperti ini hanya diproduksi setahun saja yaitu tahun 1970. Lha Rolexnya saja perasaan ga pernah mengeluarkan keterangan seperti itu. Lantas "teori" mana yang paling benar?
Saya pernah melihat dial-dial yang di-claim sebagai "dial tak-resmi" tetapi yang boleh dibilang "sama" dengan dial asli. Mungkin hanya Tuhan dan si pembuatnya yang tahu apakah itu dial "resmi" atau tidak. Persis seperti dalam dunia lukisan, apakah ini benar-benar lukisan yang dibuat oleh Hendra Gunawan, atau orang lain yang melukis dengan gaya Hendra Gunawan? Itu hanya satu contoh kecil saja (soal sigma dial). Masih banyak yang lain, misalnya ini sudah poles apa belum? Saya pernah punya jam yang menurut saya sudah sedemikian mulus, ketika dikeker keker sama teman saya dia bilang "sayang ya platnya kegores", "sayang ya hurufnya mencong", "sayang ya sudah dipoles". Kembali ke judul tulisan ini, siapakah master of the masters di tengah lautan tak bertepi dan kedalaman sumur tanpa dasar dunia horology?
Langganan:
Postingan (Atom)



