Sabtu, 28 Desember 2013

For sale: Omega Seamaster De Ville cal 562 (SOLD)

Sale akhir tahun. Omega Seamaster De Ville, mesin otomatic cal 562, ca pertengahan 1960an, casing gold capped top, casing utuh logo seamaster di belakang masih sangat jelas, white satin dial, size standar 35mm, jarum dan index tanpa cat hitam (black onyx) sehingga tampil lebih elegan dan mewah. Kondisi sangat mulus, layak disimpan sebagai koleksi. Seamaster De Ville merupakan gabungan dari Seamaster (ketangguhan) dan De Ville (dress watch keanggunan), oleh karena itu casingnya monokok (satu kesatuan) untuk lebih menjamin water proofnya. Tali kulit yang digunakan adalah generik bagus (kulit kasarnya di permukaan sehingga tidak mengkilat/licin), tali kulit asli Omega bawaannya disertakan secara terpisah (sengaja tidak dipasang karena sayang takut rusak). Harga tali kulit asli Omega ini saja beserta bucklenya bisa 500 ribu sendiri. Ditawarkan di harga  sudah termasuk ongkos kirim dan box generik cantik elegan, dan tali kulit generiknya. Sangat jarang bisa dapat yang full orisinil dengan tali kulit asli bawaannya. SMS 08567898922




Sabtu, 07 Desember 2013

Arloji Militer KNIL Version

Konon, dalam horology (ilmu tentang jam) yang paling rumit adalah mempelajari arloji militer. Sebabnya antara lain karena keterkaitan arloji militer dengan peristiwa peristiwa bersejarah yang ada kaitannya dengan perang. Di Indonesia kita dapat menemukan arloji sisa PD II yang dikenal dengan "Dirty Dozen". Dirty Dozen adalah dua belas merk yang diadopsi oleh British Department of Defense untuk digunakan sebagai arloji perajurit. Sebenarnya istilah Dirty Dozen dipinjam dari judul sebuah film klasik perang tentang 12 prajurit tangguh.Siapa pernah menonton film tsb? Nah kembali ke arloji, di Indonesia kita bisa menemukan arloji peninggalan KNIL, dengan ciri khas grapiran KNIL dan ordinance number di belakangnya. Sebagian arloji KNIL juga berasal dari Dirty Dozen. Bagaimana ceritanya bisa demikian? Saya sudah pernah mengulasnya di blog ini tentang arloji-arloji militer. Menurut saya arloji KNIL cukup layak disebut sebagai "warisan budaya kita" karena hanya ada di Indonesia. Sayang sekali, horology di Indonesia tidak cukup serius membahas arloji arloji dari sisi sejarahnya dan kaitannya dengan konteks sosial politik dimana arloji muncul dan dipakai. Dunia horology kita masih didominasi oleh kegiatan jual beli semata dan arloji dipandang sebelah mata sebagai benda ekonomi.  Senior ataupun yang newbie sama saja, sudah sama-sama hanyut dalam kapitalisme horology. Biarinlah saya nulis begini, yang penting gak sebut nama.

Jumat, 15 November 2013

Belanja arloji secara online, amankah? (2)

Lantas bagaimana memperkecil risiko? Pertama, sebelum belanja tanya dulu pada diri sendiri, bener nih mau beli arloji? Siap dengan risiko dan kecewa? Kalau jawabnya tidak atau ragu-ragu, lebih baik tidak usah dilanjutkan. Sebab situasi dunia arloji di kita saat ini semakin "keras" (tafsirkan sendiri saja). Jangan sampai setelah kejeblos baru mengomel. Kedua, ada baiknya pastikan dulu apakah bisa dikembalikan jika tidak sesuai (return policy). Jika bisa, dengan syarat apa. Misalnya jika baru ketahuan bermasalah setelah 3 bulan apakah masih bisa dikembalikan. Ketiga, jika anda benar-benar senang dengan arlojinya dan cocok harganya, seberapa toleransi anda terhadap kemungkinan bermasalah dan harus diservis. Misalnya, anda naksir Titoni Cosmo King tapi kenopnya gak asli, apakah anda bisa mencari kenopnya sendiri. Jika anda yakin bakal dapat kenopnya dengan harga yang sepadan, maka belilah. Tp jika itu menyangkut part yang sulit dan harga mahal, maka pikirkan lagi kemungkinan "nambah modal' (biaya service dan harga part), apakah menjadikan harganya menjadi kemahalan? Bisa juga semua part asli tetapi jalan mesin tidak normal maka anda harus nambah pengeluaran untuk menservis. Pengalaman saya, untuk arloji antik cukup sulit yang benar-benar akurasinya bagus. Yang paling bagus (harus diakui) adalah Rolex. Kalaupun mesin Rolex bermasalah (biasanya karena puluhan tahun tidak diservis) maka servisnya pun tidak sulit. Mungkin mesin Rolex dirancang untuk free maintenance (nyucinya dan nyetelnya gampang, dan umurnya awet). Kalau Omega rada-rada bikin stress, karena mesin Omega lebih sulit diservis dan disetel (menurut pengalaman saya), apalagi mesin dengan sistem swan neck regulator dan sistem pindah kalender dengan pompa kenop. Sekali kawat nyamuknya putus susah nyervisnya. Omega chronograph juga sama, ada satu penyakitnya yaitu jarum subsecond chrono yang bawah suka ikut bergerak padahal status chrono dimatikan (off). Maksud saya dengan menceritakan ini adalah, ketika anda memutuskan membeli, apakah siap dengan segala kemungkinan kerusakan (yang mungkin si penjual sendiri tidak mengetahuinya). Kelima, tidak setiap arloji yang dijual online itu milik si penjualnya. Kebanyakan justru milik orang lain (bahkan milik toko-toko jam yang "dipindahkan" ke internet/blog). Hal ini tidak salah, tetapi anda juga mesti memperhitungkan bahwa penjual seperti ini biasanya tidak punya "ikatan batin" dengan arlojinya: mau laku syukur ga laku tinggal balikin. Oleh karena tidak ada ikatan batin, biasanya kurang peduli sama kondisi arlojinya. Lain dengan kalau anda mengincar arloji milik kolektor (milik sendiri) yang  dirawat seperti anak sendiri. Keenam, hati-hati dengan kalimat-kalimat seperti "rare", "mint" dan sejenisnya. Yang ngomong begini bukan hanya saya tetapi juga horolog horolog internasional yang keberatan dengan kalimat-kalimat yang dipakai oleh para penjual di e-bay, yang terlalu gampang mengatakan "rare", "super rare" dsb. Kalimat seperti itu memang dimaksudkan untuk menambah "value" barang yang dijual, bahwa horolog berpendapat lain ya bisa saja. Yang penting anda suka apa enggak, itu aja. Dan jika anda suka, anda mau beli gak. Dan jika mau beli, harganya cocok gak. Soalnya saya baru saja membaca artikel bahwa bagaimanapun arloji antik (dan arloji baru tetapi yang tergolong luxury watches) adalah mainan orang kelas menengah (middle class toys). Dengan makin bertambahnya jumlah kelas menengah di China (dan di Indonesia tentu saja) maka arloji terus diburu, harga naik. Jika anda memutuskan untuk ikut berburu, maka anda mengkonfirmasikan diri sebagai bagian dari kelas menengah.  

Belanja arloji secara online, amankah? (1)

Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu. Ada baiknya dibahas sedikit disini. Apapun yang kita lakukan di dalam hidup tentu mengandung risiko, besar atau kecil. Demikian juga belanja secara online, tentu ada risikonya. Yang penting bagaimana memperkecil risiko. Risiko pertama adalah antara foto dan kenyataan tidak sama. Foto yang ditampilkan kayaknya gimana gitu, setelah kita beli dan kita lihat/rasakan langsung kok tidak seperti fotonya. Hal tersebut adalah wajar karena hasil kamera tidak bisa 100 persen sama dengan realitas sesungguhnya. Yang penting adalah bedanya gak jauh-jauh amat. Yang paling parah adalah misalnya di foto tidak terlihat ada bercak noda (spot) di dial, ternyata setelah dilihat langsung baru ketahuan. Risiko kedua adalah jalannya arloji tidak normal. Mungkin dari sononya sudah bermasalah, mungkin pula waktu pengiriman terkena guncangan, panas atau medan magnit. Jadi, siap-siap saja mengeluarkan biaya ekstra untuk servis. Risiko ketiga, ada part yang tidak asli, yang berpengaruh terhadap jalannya arloji. Mungkin si penjualnya sendiri tidak menyadari bahwa ada part di dalam mesin (movement) yang sudah gantian. Ada pula part yang tidak asli tetapi tidak berkaitan dengan mesin, misalnya salah satu sambunngan rantai tidak asli, claps tidak asli, kenop tidak asli, dsb. Risiko keempat, uang sudah ditransfer barang tidak dikirim.

Kamis, 07 November 2013

For sale: Omega Geneve cal 565 SOLD

Salah satu unggulan dress watch nya Omega. Geneve cal 565, bodi gold micron, kondisi mulus sekali. Harga SMS 08 56789 89 22

For sale: Omega Constellation cal 751 SOLD

Omega Constellation cal 751 chronometer, stainless steel, kondisi mulus sekali, rantai utuh, dial warna abu-abu (grey dial), black onyx index,   SMS ke 08 56789 89 22

Minggu, 03 November 2013

Titus Three Red Stars

Entah apa maksud simbol tiga bintang merah ini.