Minggu, 14 April 2013

For Sale Omega Constellation cal 1001 Square SOLD

Constellation kotak, mesin automatic cal 1001, yang satu case stainless steel yang satu lagi gold top. Harga masing-masing  SMS 08 56789 89 22 SOLD

Selasa, 02 April 2013

For Sale: Poljot Chronograph Manual Winding SOLD!!

Merk legendaris dari Rusia, Poljot. Chronograph, mesin putar (manual), mulus, index angka romawi, tampak mewah dan gagah, casing stainless steel, size besar (40mm), petunjuk calendar di angka 6, harga penawaran  Silakan SMS 08 56789 89 22 SOLD!

Sabtu, 23 Maret 2013

Dua-duanya sama-sama

Umurnya hampir sama, bagusnya sama, patinanya sama-sama indah, beda merk beda harga jauuhhh sekali, selera yang menentukan

Jumat, 15 Maret 2013

Arloji yang terkait dengan peristiwa bersejarah: Titus Asian Games IV 1962

Asian Games IV diadakan di Jakarta pada thn 1962. Ini bukan hanya peristiwa olahraga tetapi juga peristiwa politik yang penting bagi Indonesia dan Asia. Situasi pada tahun itu dipengaruhi oleh perkembangan tahun-tahun sebelumnya terutama konstelasi politik setelah PD II dan konteks perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Semangat Konferensi Asia Afrika 1955 juga mewarnai pelaksanaan Asian Games IV. Sebagai tuan rumah, Indonesia melanggar ketentuan International OlympicCommmittee (IOC) karena tidak mau mengundang Israel dan Taiwan. Alasannya karena Israel adalah negara penjajah dan Indonesia ingin menunjukkan simpati kepada Palestina. Taiwan juga tidak diundang karena Indonesia ingin menunjukkan simpati kepada RRC. Sikap ini bertentangan dengan doktrin olimpiade yang berlandaskan pada prinsip non politik dan non partisan, artinya urusan politik jangan dicampur dengan urusan olahraga. Indonesia bersikeras. Asian Games IV berlangsung di tengah hujan kritik atas sikap Indonesia. Ada yang beranggapan bahwa Asian Games IV itu  "ilegal". Karena situasi yang tidak menyenangkan itu, Presiden Sukarno mengusulkan supaya negara-negara yang baru merdeka dari penjajahan membuat acara sendiri. Namanya Games of New Emerging Forces (Ganefo). Sukarno menyebut negara-negara Asia Afrika yang baru merdeka sebagai kekuatan baru yang sedang bangkit  (new emerging forces) dan negara-negara penjajah sebagai imperialis dan old established forces (oldefo). Ganefo berhasil diadakan di Jakarta setahun setelah Asian Games IV. Ini sebuah kebanggan bagi Indonesia.

Saya ambil dari lemari koleksi saya, Titus edisi suvenir untuk Asian Games IV 1962. Menurut info yang saya dengar dari saksi mata, ada beberapa model yang dikeluarkan untuk suvenir ini, termasuk model sport. Tapi saya belum pernah lihat model lain selain yang saya punya ini. Katanya Titus ini dijual sebagai official souvenir, semacam merchandise dari panitia. Kenapa harus Titus? Tidak tahu. Mungkin karena merk Titus yang paling populer saat itu sebagai arloji "rakyat" (dalam arti populer dan terjangkau). Yang saya belum tahu adalah proses pembuatan dialnya, apakah dibuat (dicetak) di pabrik Titus di Swiss atau dipesan dari tempat lain? Kondisi Titus saya ini sangat mulus, akurat dan power reserve lama. Sayang fotonya tidak begitu baik. Menurut saya seorang yang mengklaim gemar arloji antik, arloji kuno, arloji tua, tuwir, pinteg dsb sepatutnya mengoleksi Titus edisi Asian Games IV ini, karena arloji itu tidak cuma untuk simpan-simpanan atau bangga banggaan. Arloji itu "for science and humanity", untuk ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Dengan demikian akan tumbuh respek.

Minggu, 10 Maret 2013

For Sale: Longines tua mesin putar second bawah SOLD


Longines mesin putar (manual) jarum sub second (second bawah), casing dari gold rolled (setingkat di atas gold capped top) dengan ketebalan 80 micron, size 34mm, tutup belakang masih berlogo ikan (logo lama), sekitar awal thn 50, SMS 08 56789 89 22 SOLD

Jumat, 08 Maret 2013

Arloji yang terkait dengan peristiwa bersejarah: Universal Polerouter

Universal didirikan pada tahun 1894 dan tumbuh menjadi salah satu produsen arloji terkemuka. Pada tahun 1917 Universal berhasil menemukan mesin chronograph, suatu penemuan penting yang masih kita pakai sampai saat ini. Yang paling kolektibel dari Universal adalah Tricompax, tapi saya sendiri belum pernah sempat melihatnya apalagi memilikinya. Jenis lain yang juga kolektibel dan paling populer adalah Polerouter. Arloji ini terkait dengan peristiwa bersejarah karena dipilih oleh pilot penerbangan Scandinavian Airline System (SAS) dalam penerbangan melintasi kutub utara. Universal Polerouter pertamakali didisain oleh Gerald Genta, seorang disainer jam terkemuka yang juga mendisain Omega Constellation model C-shape. Tipe Polerouter diluncurkan tahun 1954 masih dengan menggunakan mesin caliber 138 bumper kemudian digantikan dengan mesin andalan Universal yaitu microrotor cal 215. Mesin microrotor iti bandul otomatisnya kecil (micro), beda dengan mesin-mesin lain. SAS adalah perusahaan pertama yang berhasil menerbangkan pesawat komersial dengan rute melintasi kutub utara. Pada tahun 1954, SAS menerbangkan pesawat DC-6 dari Copenhagen ke Los Angeles melintasi kutub, kemudian tahun 1957 menggunakan DC-7 dari Copenhagen ke Jepang melalui Greenland dan Alaska. Penerbangan ini dinilai bersejarah, dan Universal Polerouter menjadi bagian dari sejarah itu. Universal Polerouter menurut saya bukan hanya tangguh tapi juga modelnya manis dan klasik, tapi ini menurut saya lho. Seorang penggemar arloji (tua, antik, tuwir, pinteg, dan berbagai istilah lainnya) sepatutnya menyimpan setidaknya satu Universal Polerouter, sebagai apresiasi terhadap arloji-arloji yang terkait dengan peristiwa bersejarah. Arloji yang saya ambil dari lemari koleksi saya ini mungkin saja bekas dipakai oleh salah satu pilot SAS dalam salah penerbangan melintasi kutub, kemudian entah bagaimana bisa sampai ke Indonesia. Andai saja arloji ini bernyawa dan bisa bercerita.

Minggu, 03 Maret 2013

Tropical dial

Tropical dial adalah istilah untuk menunjukkan perubahan warna dial dari semula hitam kemudian menjadi coklat sebagai akibat terpaan sinar ultra violet yang umumnya terjadi pada arloji yang dipakai di daerah beriklim tropis. Warna tropical dial yang coklat ini sungguh menawan karena memancarkan aura antik, tua, dan tak dapat ditiru karena ini adalah hasil proses alamiah selama puluhan tahun. Tidak mudah menemukan tropical dial yang sempurna, dalam arti warna tropicalnya merata, tidak bopeng atau pecah-pecah. Ada yang sudi membayar sampai puluhan juta rupiah untuk sebuah arloji Omega dengan tropical dial!! Wah, jika ini cuma sebuah "Longines Conquest Calendar" tentu harganya tak semahal itu tetapi aura tropical dialnya sungguh sempurna.