Rabu, 20 Oktober 2010

Sudah terjual


Saya ada kelebihan stock Seiko bullhead black dial, kondisi bagus, mau jual 2.5 jt belum ada peminat. Dengar-dengar ada yang berani beli sampai 6.5 jt!!! Wah...kapan ya ada pembeli "kelilipan" mampir ke blog saya? sms 0817 195 666

Senin, 18 Oktober 2010

Pengalaman yg tak terlupakan (1)

Wah sudah lama tdk mengupdate blog. Kali ini saya tdk memuat gambar, hanya berbagi pengalaman saja. Kejadian ini tahun 2002 (kalau tak salah ingat). Saya berjalan di seputar pasar K. Disana saya melihat seorang pedagang menggelar beberapa arloji di emper sebuah toko. Ada yg batere (quartz) ada yg antik. Saya memegang sebuah Rado putar (manual winding). Si pedagang, seorang kakek, berkata bahwa mesin arloji itu sama dengan Rolex. Sebetulnya itu arloji kesayangan saya, katanya. Kalau tidak karena sedang terlilit hutang, tidak akan saya jual, katanya lagi. Makin tertariklah saya. Harganya 200 ribu. Setelah saya bayar, langsung saya pergi dengan rasa gembira. Seperti menemukan harta karun. Setengah jam kemudian saya kembali melewati emper tadi karena untuk arah pulang harus memutar dan melewati jalan yang sama. Dia sudah tidak ada. Saya tanya pedagang di sebelahnya, mereka bilang begitu selesai transaksi dgn saya si kakek itu langsung beres-beres dan pulang padahal mash pagi. Itulah awal saya berkenalan dengan arloji antik. Beberapa waktu kemudian baru saya ketahui bahwa harga market utk Rado seperti itu antara 30-40 ribu rupiah. Di jalan ABC Bandung sekitar 50 ribu sudah dapat Rado President (putar) yg lebih antik dan mulus. Pendatang baru seperti saya waktu itu sangat lazim "digorok" oleh seniornya, baik oleh pedagang atau kolektor, pokoknya oleh orang yg ilmunya lebih tinggi. Sebagai manusia biasa, saya pun sering tergoda untuk melakukan hal yang sama. Setiap kali saya berhasil mengatasi godaan itu, walau kadang sekali dua kali saya mengerjai orang juga (bukan dalam arti materi, biasanya karena saya kesal dengan perilaku orang itu). Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah usia, semakin sering saya mempertanyakan bagaimana ya perasaan orang-orang seperti si kakek itu? Mungkinkan dia senang dan bahagia karena berhasil memperdaya orang lain dan mengambil keuntungan material darinya? Bagaimana ya perasaan Gayus Tambunan? Perasaan si pelaku pembalakan ilegal? Perasaan orang yang membacok sampai mati di jalan ampera? Perasaan polisi, sipir atau tentara ketika menganiaya (menyiksa) orang betapapun bersalahnya orang itu? (NOTE: Indonesia belum meratifikasi Convention on Anti Torture). Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah usia, saya sering berpikir apa tidak sebaiknya di sisa hidup saya ini saya lebih banyak membuat orang lain senang, bahagia dan tertawa-tawa.

Senin, 04 Oktober 2010

Rolex 1675 Rail Dial




Apa itu "rail dial"? Dial seperti ini berbeda dengan dial yang umumnya kita jumpai di Rolex 1675. Bedanya, bulatan index pada rail dial lebih kecil dan lebih mengumpul ke dalam, sehingga jarak antara tepi/pinggir dial ke bulatan index lebih jauh. Rail dial lebih jarang daripada dial biasa, dan penampilannya pun lebih manis. Oleh karena itu rail dial dinilai lebih collectible. Gambar yang saya tampilkan adalah Rolex 1675 rail dial buatan tahun 1972. Uniknya, bezel yang digunakan adalah hitam-hitam, bukan merah-biru. Sejak dari awalnya (dari belinya) memang bezelnya seperti ini, jadi bukan merah-biru yang kemudian diganti dengan hitam-hitam. Rantai yang dipasang adalah oyster tipis, di clapsnya terdapat tahun pembuatan 1972, berarti memang secara keseluruhan Rolex ini benar-benar orisinil sesuai pembawaan dari belinya.

Minggu, 26 September 2010

Pilih rantai atau tali kulit? (2)



nah sekarang perhatikan Rolex berikut ini. Dengan tali kulit kelihatan hambar. Ketika dipasang rantai jadi elegan.

Pilih rantai atau tali kulit? (1)



Bisa karena alasan alergi, seseorang lebih memilih rantai daripada tali kulit (atau sebaliknya). Bisa juga karena alasan estetika. Menurut saya, Omega lebih cocok dipasang tali kulit, terutama yang kaki seksi karena jika dipasangi rantai kakinya (lugsnya) tidak terekspos. Sebaliknya, Rolex lebih cocok jika dipasang rantai, rasanya lebih elegan. Perhatikan perbandingan foto berikut ini: Omega dengan tali kulit dan dengan rantai.

Omeg Constellation cal 561, dog legs, pie pan dial


Omega seperti ini banyak banget palsunya. Bahkan satu website Omega internasional memperingatkan agar tidak usah membeli Omega seperti ini karena berisiko dapet yang palsu. Dengan demikian, jika kita dapat yang benar-benar asli, meski dialnya sudah buluk, rasanya kok jadi berharga sekali. Yang satu ini semuanya asli, bahkan kacanya pun belum pernah diganti. Model number 168.005.

Kamis, 02 September 2010

Omega Constellation Quartz


Sekali-kali menampilkan Omega quartz (baterai) tetapi tetap Constellation!! Ini keluaran awal 80an ketika jam-jam baterai semakin merajalela mengalahkan popularitas jam mekanik. Ukurannya agak kecil sekitar 34 mm, cocok untuk pria berlengan kecil atau wanita (sekarang cukup lazim wanita memakai arloji ukuran agak besar bahkan men size). Dipakainya enak dan ringan. Selalu tepat. Jarum menitnya melompat setiap satu menit. Unik sekali.